Islam

IKRAR!!!

Teringat suatu kejadian,, awal mula masuk jenjang pendidikan S1 yang disebut dengan mahasiswa.
Saat itu, aku masih lugu. Masuk organisasi sana sini tapi, aku tak tau apa yang harus ku perbuat. Awalnya, hanya ikut-ikutan temen aja biar dibilang nggak jadi mahasiswa tipe KUPU2 alias kuliah pulang kuliah pulang.
Seiring berjalannya waktu, aku bisa menjalani asyiknya berorganisasi. 

Suatu hari, salah satu senoir dipanggil oleh temannya. Dia berkata, "Maaf, ada akhwat KAMMI nggak?". Dengan sigab, akhwat itu menghampirinya. Dengan penasaran, aku pun bertanya kepadanya. "Teh, KAMMI itu apa sih?", tuturku. Teteh itu, hanya tersenyum dan menjawab "teteh jawabnya nanti ya kalo waktunya sudah pas". Aku pun semakin penasaran, "ko jawabannya gitu ya?".

Bermingu-minggu lamanya, aku menunggu jawaban dari teteh itu. Dan akhirnya, selesai kajian pekanan di organisasi yang telah kujalani, ia pun menjelaskan panjang lebar tentang KAMMI. Aku pun tertarik untuk mengikuti organisasi ekstra kampus itu. Teteh itu bilang, kalo di KAMMI perekrutannya harus mengikuti alur  DM terlebih dahulu. Akhirnya, akupun mengikuti DM yang diselenggarakan di kampus lain.

Saat menjalani DM, teringat sebuah ikrar yang sangat menyentuh hati yang diambil dari perkataan Umar bin Khattab ra. Ikrar itu berbunyi:
"Jika ada 10.000 orang yang berjihad di jalan Allah. Maka salah satunya adalah aku".
"Jika ada 1.000 orang yang berjihaddi jalan Allah. Maka salah satunya adalah aku".
"Jika ada 100 orang yang berjihad di jalan Allah. Maka salah satunya adalah aku".
"Jika ada 10 orang yang berjihad di jalan Allah. Maka salah satunya adalah aku".
"Jika ada 1 orang yang berjihad di jalan Allah. Maka dia adalah aku".
"Jika tidak ada lagi orang yang berjihad di jalan Allah. Maka saksikanlah Aku telah Syahid".

Saat membaca ikrar tersebut, merinding di sekujur tubuh teringat apa yang sudah ku kontribusikan untuk kemenangan Islam? Rasanya, belum cukup bahkan sangat kurang dibandingkan dengan orang-orang yang berada di negeri lain yang dalam menjalani kehidupannya penuh dengan ancaman dan bahaya.
Sejak saat itu, aku bertekad untuk terus melakukan kontribusi sekecil apapun yang bisa kulakukan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar